Kita Yang Tak Bernama
( I )
kita menderu nafas makin menjadi
kita menindih hingga peluh tak kuat lagi mengisi
darah tumpah dan kita terkulai
menjelma bagai durjana yang terbang meninggal arang
tersisa rasa nyata yang hanya delusi semata
mereka pikir kita sedang apa
bermain cinta?
atau bermain kelamin dalam kolor para dewa?
dan mereka akan berpikir ini sebuah nista?
otak mereka saja yang di padati dogma gila
(II)
kita meneduh mengusap semua sungkawa
kita menangis dalam ribaan purnama
darah tadi telah mengering di dalam badan mu
dan arang menghitam dalam genggamku
lalu kita ini sedang apa?
aku terus bertanya eros hanya tertawa
bermain rasa?
bermain gila dengan realita yang tak sadar telah tercipta?
dan kau anggap kita ini sedang apa?
atau mungkin kelak kita harus bertanya kita ini siapa


